Langkau ke kandungan utama


JANGAN TERTIPU DENGAN DIRI SENDIRI 



Allah Ta’ala berfirman tentang mereka,

 

Kita takkan boleh lepas dari godaan dan tipu daya setan. Beratnya cubaan tersebut juga bisa menimpa kepada sesiapa sahaj termasuk orang alim, para ahli ibadah mahukan kita insan biasa.
Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin, 

Ada menjelaskan; ada empat kategori orang yang tertipu. 

1) Orang yang mempelajari ilmu agama dan ilmu lain, tetapi ia tidak mengamalkan ilmunya. Ilmu tidak mendekatkan dirinya kepada Allah, menjauhkannya dari yang haram, dan membentuknya berakhlak mulia.

2) Orang yang banyak beribadah dan berupaya memberatkan diri melakukan amalan lahir, seperti memperbanyak shalat sunat dan puasa sunat. Namun, ia mengabaikan penelitian terhadap hati dan menyucikan hatinya dari berbagai penyakit batiniah, seperti iri, dengki, riya, dan sombong. 
Penyakit batiniah bukan hanya membuat amalnya tidak bernilai, melainkan juga merusak dirinya.

Padahal, Islam ingin mewujudkan keseimbangan antara amalan lahir dan batin, ibadah yang banyak dan berkualitas serta kesucian hati. Nabi bersabda, ''Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupamu dan harta yang kamu miliki, tetapi Ia melihat kepada hati dan amalmu.'' (Al-Hadis).

3) Orang yang beribadah kepada Allah dengan penuh kehati-hatian, tetapi sikapnya tersebut sampai pada batas menyulitkan dirinya. Sikap hati-hati memang dianjurkan Islam, tetapi tidak boleh sampai menyulitkan.

Sebab, Allah menginginkan kemudahan kepada umatnya dalam pelaksanaan Islam, seperti firman-Nya, ''Allah menginginkan kemudahan kepadamu, dan Ia tidak menginginkan kesulitan terhadapmu.'' (QS 2: 185).
 
Kehati-hatian yang berlebihan tampak pada orang yang dihinggapi rasa waswas oleh godaan syaitan ketika berwudhu. Orang itu berkumur-kumur berulang kali dan menggosok dengan keras ketika air wudhu mengenai kulitnya. 

Orang yang berwudhu seperti ini tertipu oleh amalnya karena Islam tidak menuntut seperti itu. Yang penting basuhan air wudhu cukup apabila telah membasahi anggota wudhu.
Alangkah baik kehati-hatian yang berlebihan ketika berwudhu dipakai dalam mencari rezeki halal.

Dalam Islam mencari rezeki halal mempunyai kedudukan yang penting. Menggunakan rezeki halal untuk dikonsumsi turut menentukan keberkahan hidup Muslim.
Dan, pengabulan doa hamba oleh Allah terkait erat dengan rezeki yang dikonsumsinya.
Nabi bersabda, ''Seorang laki-laki yang telah jauh perjalanannya, berambut kusut, penuh dengan debu, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata,

'Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku,' sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram, serta dikenyangkan dengan barang haram, maka bagaimana akan dikabulkan permintaannya (doanya).'' (HR Muslim).


"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Surah Ar Rahman & Tafsir Surah Ar Rahman

Bissmillahirahmanirahim, [1 ] (Tuhan) Yang Maha Pemurah serta melimpah-limpah rahmatNya. [2 ] Dia lah yang telah mengajarkan Al-Quran. [3 ] Dia lah yang telah menciptakan manusia; - [4 ] Dia lah yang telah membolehkan manusia (bertutur) memberi dan menerima kenyataan. [5 ] Matahari dan bulan beredar dengan peraturan dan hitungan yang tertentu; [6 ] Dan tumbuh-tumbuhan yang melata serta pohon-pohon kayu-kayan, masing-masing tunduk menurut peraturanNya. [7 ] Dan langit dijadikannya (bumbung) tinggi, serta Ia mengadakan undang-undang dan peraturan neraca keadilan, [8 ] Supaya kamu tidak melampaui batas dalam menjalankan keadilan; [9 ] Dan betulkanlah cara menimbang itu dengan adil, serta janganlah kamu mengurangi barang yang ditimbang. [10 ] Dan bumi pula dijadikannya rata untuk kegunaan manusia dan makhluk-makhlukNya yang lain: [11 ] Terdapat padanya berbagai jenis buah-buahan dan pohon-pohon kurma yang ada kelopak-kelopak mayang; [12 ] Demikian juga te

Surat As-Sajdah / (Surah As-Sajdah) (The Prostration) - سورة السجدة.

(Click Surah to Enlarge) ~Bismillahirahmanirahim~ [1 ] Alif, Laam Miim.  [2 ] Diturunkan Al-Quran ini, dengan tidak ada sebarang syak padanya, dari Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.  [3 ] (Orang-orang kafir tidak mengakui hakikat yang demikian) bahkan mereka mengatakan: "Dia lah (Muhammad) yang mengada-adakan Al-Quran menurut rekaannya". (Dakwaan mereka itu tidaklah benar) bahkan Al-Quran ialah perkara yang benar dari Tuhanmu (wahai Muhammad), supaya engkau memberi ingatan dan amaran kepada kaum (mu) yang telah lama tidak didatangi sebarang pemberi ingatan dan amaran sebelummu, semoga mereka beroleh hidayah petunjuk.  [4 ] Allah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; kamu tidak akan beroleh sebarang penolong dan pemberi syafaat selain dari Allah; oleh itu tidakkah kamu mahu insaf dan mengambil iktibar (untuk mencapai keredaanNya)?  [5 ] Alla

Allah tidak Menjadikan Benda dan Makhluk Dengan Sia - Sia

Allah swt tidak menjadikan sesuatu dengan sia sia Firman Allah swt; Surah Ali Imran:190 dan 191 190. Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang Yang berakal; 191. (Iaitu) orang-orang Yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini Dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah Kami dari azab neraka. --------------------------------------------------- Adalah sekecil kecil makhluk ciptaan Allah itu seperti molekul ais; Adalah ciptaan yang sangat indah tersusun dan gabungan ikatan kimianya adalah sangat tesusun. Semuanya supaya kita temuinya dan agar hati kita akn sentisa besyukur pada Nya. 1 - Sesunguhnya saudara dari sekecil kecil